Empat Alasan Orang Melakukan Korupsi Versi BPK



Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Lukman Hakim mengatakan, ada empat faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara.

"Keempat faktor yang mendorong orang korupsi itu antara lain faktor kebutuhan, tekanan, kesempatan dan rasionalisasi," katanya saat berbicara pada seminar nasional "Pemberantasan Kejahatan Perbankan, Tantangan Pengawasan Bank dan Masyarakat" di Kendari, Senin (21/11)
Ia mengatakan, seseorang terdorong untuk melakukan tindak pidana korupsi karena ingin  memiliki sesuatum namun pendapatannya tidak memungkinkan untuk mendapatkan yang diinginkan tersebut. "Biasanya dorongan korupsi dari faktor kebutuhan ini dilakukan oleh orang-orang bersentuhan langsung dengan pengelolaan keuangan," katanya.

Demikian pula dengan faktor tekanan, biasanya dilakukan karena permintaan dari seseorang kerabat atau atasan yang tidak bisa dihindari. "Faktor tekanan ini bisa dilakukan oleh pengelola keuangan, bisa juga oleh pejabat tertinggi di lingkungan instansi pemerintah," katanya.


Sedangkan faktor kesempatan, kata dia, biasanya dilakukan oleh pemegang kekuasaan dengan memanfaatkan jabatan dan kewenangan yang dimiliki untuk memperkaya diri. Meskipun cara untuk mendapatkan kekayaan tersebut melanggar undang-undang yang berlaku.

Demikian juga dengan rasionalisasi, biasanya dilakukan oleh pejabat tertinggi seperti bupati/walikota di tingkat kabupaten/kota atau gubernur di tingkat provinsi. "Pajabat yang melakukan korupsi ini merasa bahwa kalau dia memiliki rumah mewah atau mobil mewah, orang lain akan menganggapnya rasional atau wajar karena dia adalah bupati atau gubernur," katanya.

Hal senada juga dikemukakan Direktur Pengawasan Kepatuhan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Subintoro. Menurut dia, seseorang terdorong melakukan tindak pidana korupsi karena ingin memenuhi kebutuhan yang bergaya hidup mewah atau berlebih-lebihan.


Ia mengatakan, pihak PPATK saat ini telah menemukan lebih dari 79.000 kasus transaksi keuangan yang mencurigakan. Dari jumlah tersebut, yang dilimpahkan kepada aparat penegak hukum untuk diselidiki lebih lanjut sebanyak 1.818 kasus transaksi.

"Sebanyak 1.818 kasus transaksi yang sudah disalurkan kepada aparat penegak hukum itu, baru 42 kasus transaksi sudah terbukti sebagai uang hasil korupsi dan pelakunya adalah para pejabat di instansi pemerintah," katanya.


Baik Subiantoro maupun Lukman Hakim berpendapat bahwa untuk mencegah maraknya pelaku tindak pidana korupsi tersebut selain pemberian saksi hukuman berat kepada para pelaku, juga kontrol masyarakat sangat dibutuhkan.


"Kontrol masyarakat itu antara lain dengan melaporkan oknum pejabat yang bergaya hidup mewah yang kebutuhan hidupnya tidak seimbang dengan pendapatan yang diperoleh," kata Subiantoro.

Read more..

Dialog Korupsi Ala Wong Cilik

Pada tanggal 9 Desember 2011 saya pergi ke Jakarta dari jogja menggunakan kreta Progo. Berdasarkan jadwal, kreta Progo berangkat pukul 16.50 dan ternyata tepat pukul 16.50 kreta mulai jalan. setidaknya ketepatan waktu itu sedikit dapat menghapus kesan kalau transportasi di Indonesia seringkali telat, entah itu telat berangkat ataupun telat sampai tujuan. Dan satu lagi sedikit kemajuan yang dilakukan KAI, bahwa mulai 1 Oktober tidak ada lagi penumpang kreta yang berdiri, artinya jumlah penumpang disesuaikan dengan jumlah kursi. Tidak seperti yang dulu, dimana kreta dimasuki orang sebanyak-banyaknya jangankan untuk sekedar duduk di lantai kreta, untuk berdiri saja susah banget, banyak sekali penumpang yang berserakan di lantai kreta, sudah seperti itu sampah berserakan dimana-mana, pertama kali saya melihat pemandangan seperti itu, saya sangat amat kaget sekali,"ini kreta apa kandang ayam?", pihak KAI hanya mengutamakan keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang. Tindakan KAI tak bedanya menghewanisasikan penumpang. Tapi mudah-mudahan dengan langkah awal lebih maju ini, KAI semakin berbenah diri untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Di perjalanan, saya duduk di samping orang yang kerjanya dagang di Bekasi,dia asalnya dari Jogja. Di depan saya seorang mahasiswa UKDW (Universitas Kristen Duta Wacana) Jogja yang sudah lulus namun belum wisuda,dia asalnya dari Tangerang. Dan disamping teman mahasiswa tersebut seorang bapak-bapak berbadan besar, kumis tebal, pokoknya terlihat sangar, mungkin kalo dia punya anak cantik, Anda akan berpikir berkali-kali untuk mendekatinya karena melihat ayahyna yang kelihatan super galak, tapi ternyata bapak itu seorang lawyer alias pengacara, dia lulusan Universitas Tarumanegara jurusan Hukum tahun 1984 dan pernah bekerja di Jepang. Ternyata fisiknya yang kelihatannya galak, bapak itu sikapnya sangat bijak, pengetahuannya luas dan orangnya sangat penyayang. Makanya teman-teman, jangan menilai orang dari fisiknya yah?....hehehehe

Ditengah-tengah perjalanan yang agak panas, tiba-tiba antara bapak di sampingku yang seorang pedagang  dan pak lawyer itu ngobrol, dan ternyata kedua bapak itu tinggal satu wilayah, di obrolan antara kedua bapak itu intinya mereka menceritakan kalau di tingkat kelurahan  terjadi praktek korupsi, bahkan pak lawyer itu sering mengurusi lurah-lurah yang terkena masalah dan harus berurusan dengan polisi. jangankan di tingkat jabatan tinggi seperti anggota DPR, polisi, menteri, jaksa dan hakim, di tingkat aparat desa juga terjadi korupsi yang sistematis. Kemudian pak lawyer mengatakan kalau KPK akan sangat berat dan mustahil akan menghilangkan korupsi di Indonesia karena korupsi di Indonesia sudah begitu menggila, dari korupsi kelas kakap sampai korupsi kelas teri.

Lama-kelamaan mendengar obrolan kedua bapak itu, saya jadi sangat tergiur untuk ikut ngobrol, tanpa berpikir panjang, di tengah obrolan mereka, saya langsung bertanya kepada pak lawyer.

Saya : "Tapi menurut Bapak, apakah ketua KPK yang baru ini, yaitu Pak Abraham Samad, dapat       menuntaskan kasus-kasus korupsi di Indonesia? terutama kasus-kasus yang besar, seperti kasus century, BLBI, Gayus dan Nazarudin." 

Pak lawyer : "saya tidak yakin ketua KPK yang baru ini akan dapat menyelesaikannya".

Saya : "Tapi kan dilihat dari kata-kata Pak Samad, kelihatannya dia sangat berani sekali, bahkan dia pernah bilang, jangankan orang lain, kalau saudaranya sendiri terbukti korupsi, akan saya gantung saudara saya itu, dan juga dia menyatakan mewakafkan dirinya untuk berjuang mengabdi pada bangsa melalui KPK".

Pak Lawyer : "Semua ketua KPK baru itu seperti itu, seperti pak Antasari, dulu dia begitu bergelora untuk memberantas korupsi, tapi nyatanya diperjalanan seperti apa coba, dia malah sekarang terjebak masuk penjara karena dituduh membunuh orang. tapi ya tetep saya menaruh harapan besar kepada ketua KPK sekarang, semoga dia mampu menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.". 

Saya : Iya pak bener, apalagi dia  bukan berasal dari politik manapun, dia tak pernah tersentuh parpol, jadi akan sulit untuk dimanfaatkan parpol. Dan juga dari sejarah hidupnya, dia sangat berjuang keras sekali memberantas korupsi di daerah asalnya, yaitu di Makasar."

Pak Lawyer : Itu juga belum bisa jadi jaminan kalau dia nanti akan bekerja tanpa intervensi dari pihak manapun, karena seringkali orang akhlaknya itu mudah luntur, tergiur godaan-godaan yang dihadapinya sehingga dia keluar dari komitmen awalnya. Tapi kita doakan saja, semoga dia dalam menjalankan tugas tetap pada komitmennya untuk memberantas korupsi tanpa tebang pilih."

Saya : tentu pak, karena korupsi itu penyakit utama yang menyebabkan bangsa ini terpuruk.

Pak Lawyer : Mas, lembaga kita yang paling korup itu Polri, saya merasakan sendiri, saya sering bersinggungan dengan pihak Polri. Contohnya saja dalam menggelar berita acara suatu kasus itu harus ada uang. Dan uang di Polri dapat memenangkan pihak yang salah, itu artinya pihak yang benar itu kalah. Karena apa mas, karena pihak yang salah itu punya kekuatan, yaitu kekuatannya uang. Kasus sepeti itu sudah menjadi sistem dan tentunya itu akan sangat sulit untuk diungkap.

Saya : (Dalam hati saya semakin merasa sedih karena kemungkinan korupsi di Indonesia hilang itu kecil sekali, mengingat korupsi sudah menjadi budaya yang sistematis dari pejabat terendah sampai pejabat kelas tinggi).

Pak Lawyer : Saya kadang kasihan sama adik-adik mahasiswa yang demo. seringkali mereka demo diboncengi, dimanfaatkan sebagian orang karena kepentingan politik. Mereka demo hanya dibayar 50.000 atau 100.000 tapi dalam demonya mereka bentrok dengan polisi, mendapatkan pentungan dari polisi, dorong-dorongan dengan polisi. Kasihan bener mahasiswa yang dimanfaatkan seperti itu.

Pak lawyer melanjutkan pembicaraanya," Makanya saya sangat setuju sekali jika korupsi itu dihukum mati agar membuat jera bagi koruptor dan membuat takut bagi orang yang akan korupsi. Lah sekarang, korupsi miliaran rupiah hukumannya cuma beberapa tahun saja, balum nanti dipotong remisi. ya ga ada orang yang takut untuk korupsi gede-gedean toh hukumannya ringan sekali."

Saya : SETUJU BUANGET pak, KORUPTOR HARUS DIHUKUM MATI.......hehehehe terlalu bersemangat

Dari tadi ngobrol panjang lebar tentang korupsi, ga sadar kalau perut sudah keroncongan, akhirnya bekal sebungkus nasi yang aku bawa aku makan, tentu dengan tidak ketinggalan menawarkan makan pada orang-orang yang disampingku.
Read more..

Tegal, "Jepange Indonesia"


Mungkin sebagian dari kita tidak mengetahui kalau suku cadang kendaraan bermotor dengan merk terkenal adalah asli buatan rakyat Tegal. Pun demikian dengan sambungan selang pemadam kebakaran juga asli buatan rakyat Tegal. 

“Itu asli buatannya rakyat Tegal, karena Tegal tidak punya merk maka dikasi merk oleh sebuah perusahaan sepeda motor dari Jepang,” ujar Wakil Bupati Tegal, Mohamad Herry Sulistyawan saat menerima rombongan kunjungan camat, perbekel dan lurah Jembrana di Ruang Rapat Bupati Tegal, Selasa (6/4). 

Selain itu, imbuh Sulistyawan, berkat bantuan Departemen Perindustrian, Tegal telah memiliki Kawasan Industri yang dihuni oleh ribuan industri kecil.

“Kalau mau cari alkes (alat kesehatan), silahkan datang ke Tegal saja. Kursi buat dokter gigipun kita sudah bisa buat, hand tractorpun sudah bisa kita produksi,” tambahnya. 

Sulistyawan tidak memungkiri kalau kondisi tersebut membuat daerahnya dijuluki Jepangnya Indonesia. 

“Apalagi kita sudah berancang-ancang akan mengembangkan mobil nasional dengan mesin 500 cc, makanya tidak salah kiranya kalau kita sering dijuluki Jepangnya Indonesia,” ujar mantan Sekda Tegal ini dengan bangga.

Sumber : http://www.lintasberita.com/Nasional/Berita-Lokal/tegal-kabupaten-jepangnya-indonesia

Tegal juga dikenal sebagai tempat berdirinya lingkungan industri kecil (LIK) pertama di Jawa Tengah.

Kultur Wirausaha
 Penduduk Tegal dikenal memiliki kultur wirausaha yang telah menjadi tradisi sejak lama. Keberadaan warung tegal (warteg) yang merajai bisnis makanan di Ibu Kota dan kota-kota lain, bersaing dengan Rumah Makan Padang, menjadi salah satu bukti.
Di bidang industri kecil, kultur itu terbangun sejak kedatangan Ki Gede Sebayu (berkuasa 1601-1620), pendiri Tegal dari tlatah Pajang (Solo). Ki Gede Sebayu membawa serta 40 keluarga pengikutnya, yang ditempatkan di empat desa berbeda sesuai dengan keahliannya. Mereka yang bermukim di Desa Sayangan, andal membuat alat-alat perlengkapan dapur, dan yang menempati Desa Mejasem pandai membuat alat-alat pertukangan.
Pengikut Ki Gede Sebayu yang membuka lahan di Desa Pagongan, ahli membuat alat-alat gerabah, serta penduduk Desa Banjaran piawai mengolah bahan-bahan menjadi penganan atau jajanan.
Kultur itu menemukan momentumnya ketika Haji (Kaji) Gofur (91), salah seorang pengusaha besi asal Tegal mengangkut 21 pesawat terbang tua dari Madiun, Jawa Timur, pada dekade 1970-an. Oleh Kaji Gofur pesawat itu dipretheli menjadi bahan baku industri mesin rumahannya, serta dijual kepada pengusaha lain.
Paling tidak, sejak saat itu industri pengolahan logam mulai bergairah di Tegal. Selain LIK di Dampyak, Kramat, sentra-sentra industri itu tersebar juga di Kecamatan Talang, Tarub, Adiwerna, Kramat, Suradadi, Warureja, Lebaksiu, dan Bumijawa.
Tidak kurang 128.853 orang terserap pada industri-industri pengolahan, dari yang berskala besar, menengah, kecil, hingga mikro. Tidak salah bila kemudian Tegal mengklaim dirinya sebagai kota industri.



Sumber : http://www.suaramerdeka.com/harian/0707/12/opi07.htm
Read more..

Indahnya Islam

Sampai pada saat ini, aksi terorisme masih merajalela. Seringkali terorisme dikaitkan dengan agama Islam karena kebetulan pelaku terorisme itu orang yang bergama Islam. Masih lekat sekali di ingatan kita, pada tanggal 12 Oktober 2002 bom mengguncang Bali yang hakikatnya mengguncang Indonesia. Dimana tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera, kebanyakan korban merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat wisata tersebut. Peristiwa ini dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia. Dan belum bom-bom lain yang terjadi di Indonesia.

Seringkali orang-orang khususnya dunia bara mengalamatkan terorisme ke agama Islam. Padahal jika kita lihat, aksi-aksi terorisme tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang beragama Islam saja. Namun mengapa, kebanyakan orang ketika mendengar kata teroris, secara otomatis mengaitkan dengan agama Islam? Apakah benar agama Islam agama Teroris? Apakah agama Islam tidak cinta damai? Kesalahan dalam memahami ajaran agama tidak dapat dijadikan alasan untuk menyebut bahwa agama tersebut agama yang tidak baik. 

Pertanyaan itu semua sedikitpun tidak pantas dialamatkan ke agama Islam, Kenapa? Fakta sejarah telah membuktikan bahwa agama islam adalah agama cinta damai, agama rahmatan Lil 'alamin. Sebagaimana kita ketahui, Baginda Sayyidina Muhammad saw menyebarkan risalah Islam dengan penuh kedamaian, dengan penuh akhlak yang lemah lembut baik kepada sesama muslim maupun kepada yang non muslim. Coba kita ingat, bagaimana Rasulullah saw dilempari dengan batu dan kotoran onta ketikan berdakwah, saat itu malaikat Jibril menawarkan untuk menimpakan gunung ke kaum yang berbuat kurang ajar kepada utusan Allah tetapi Rasul saw menolak tawaran malaikat Jibril itu dengan alasan karena mereka tidak tahu dan dengan harapan semoga dari keturunan kaum itu, entah anaknya, cucunya dan seterusnya ada yang akan beriman kepada Allah swt. Begitu luhurnya akhlaknya Nabi Muhammad saw. Kalau memang agama Islam tidak cinta damai, mungkin saja saat itu Rasul saw menerima tawaran malaikat Jibril untuk membinasakan kaum tersebut, namun Rasul saw tidak demikian, beliau menyebarkan risalah Islam dengan kedamaian. Jika terjadi peperangan dalam sejarah penyebaran risalah Islam oleh rasulullah saw, itu semata-mata untuk membela diri, untuk mempertahankan diri. Bahkan dalam peperangan Rasul saw sangat menjunjung tinggi akhlak dalam berperang. Amanat yang beliau sampaikan saat akan berperang, Rasul saw melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak, dilarang membunuh orang yang tidak membawa senjata, dilarang membunuh orang yang sedang berada di tempat ibadah mereka. Begitu indahnya akhlak yang diajarkan Islam, bahkan dalam peperanganpun tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Lantas apakah agama yang mengajarkan seperti itu pantas dikatakan agama teroris? pantas dikatakan agama yang tidak cinta damai.

Begitu juga sejarah masuknya Islam ke Indonesia. Islam masuk ke Indonesia tidak dengan kekerasan, tidak melalui peperangan, tidak disertai dengan kolonialisme atau penjajahan. Para mubaligh menyebarkan risalah Islam dengan damai, dengan melalui perdagangan, melalui perkawinan. Sedangkan coba kita llihat, bagaimana agama Kristen masuk ke Indonesia. Agama Nasrani masuk ke Indonesia melalui penjajahan, kolonialisme dan peperangan. Hal itu tidak dilakukan oleh ulama-ulama terdahulu kita yang menyebarkan agama Islam karena mereka yakin bahwa agama Islam adalah agama yang apabila orang masuk akan selamat baik di dunia maupun akhirat, akan merasakan kedamaian dan ketenangan. Jika tujuan dari agama Islam seperti itu tentu tidak mungkin penyebarannya dengan kekerasan melainkan dengan kedamaian dan kelembutan.
Ratusan tahun sebelum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan Deklarasi HAM PBB, Islam telah menerapkan Hak Azazi Manusia. Sebelum Islam muncul, kita tahu bagaimana nasib kaum wanita di Arab. Kaum wanita menjadi kaum yang sangat tidak dihargai. Banyak dari orang Arab, Apabila melahirkan anak dengan kelamin perempuan maka bayi itu akan dikubur hidup-hidup karena memiliki anak perempuan merupakan aib bagi keluarga tersebut. Tidak hanya itu, banyak suami-suami yang menjadikan istrinya taruhan dalam berjudi. Begitu hinanya nasib kaum wanita pada masa itu. Namun setelah Islam muncul, nasib kaum wanita sangat dihargai dan dihormati . Bahkan salah satu surat dalam Kitab Suci Al-Qur'an namanya An-Nisa yang artinya wanita. itu menandakan bahwa kaum wanita sangat dimuliakan dalam Islam. Dan tidak cukup itu saja, dalam sabdanya Rasul saw ketika ditanya seseorang,"siapa yang harus didahulukan untuk dihormati?", maka Rasul  saw menjawab,"Ibumu". orang itu tanya lagi,"lalu siapa?", Rasul saw menjawab,"Ibumu", orang itu bertanya lagi, "Lalu siapa lagi ya Rasul?", Rasul saw menjawab,"Ibumu". Kemudian orang itu bertanya lagi,"Lalu siapa lagi?", Rasul saw menjawab, "Bapakmu". Dari peristiwa tersebut dapat kita pahami jika Rasul saw sangat mengajarkan kita untuk jauh lebih menghormati ibu daripada bapak. Dan itu juga menandakan jika Rasul saw mengajarkan kita untuk menghargai, menghormati dan memuliakan kaum wanita.
Jadi menurut saya, pandangan orang-orang yang menganggap bahwa Islam itu agama teroris, agama yang tidak cinta damai adalah anggapan yang sangat tidak benar. Namun juga perlu kita maklumi terhadap orang-orang yang memiliki anggapan seperti itu karena ketidaktahuan mereka tentang Islam.
Read more..

Toleransi

BAB I
PENDAHULUAN
  
A.   PENDAHULUAN
               Toleransi adalah sebuah istilah yang sudah sangat kita kenal. Sebagai bangsa Indonesia, kita sering diajarkan mengenai toleransi sebagai sebuah kepribadian bangsa yang luhur. Toleransi memang sudah sangat mendarah daging bagi bangsa kita. Tidak hanya pada masa ini saja toleransi ada. Ketika Indonesia merdeka dan pada masa-masa sebelum itu, toleransi sudah ada dalam kamus bangsa.
               ToleransI adalah sebuah bentuk sikap akibat adanya persinggungan hak-hak individu dalam masyarakat atau hak-hak masyarakat dalam negara. Jadi dapat dikatakan bahwa toleransi adalah sebuah solusi bagi adanya perbenturan hak-hak.
               Agama Islam sebagai agama rahmatn lil’alamin sangat menganjurkan agar umatnya hidup memiliki rasa toleransi baik terhadap sesama muslim maupun terhadap orang selain muslim sehingga tercpta kehidupan yang damai, rukun dan tentram. Islam sangat mengajarkan agar umatnya hidup saling memenuhi atau memperhatikan hak-hak orang lain, tidak egois, yang hanya memenitngkan hak dirinya sendiri tanpa memenuhi hak orang lain.

 B.    RUMUSAN MASALAH
Dalam pembahasan makalah yang berjudul “Hadits tentang Toleransi” ini, kita akan mengangkat masalah-masalah sebagai berikut:
1. Definisi toleransi
2. Macam-macam toleransi
3. Pengamalan toleransi
   
BAB  II
PEMBAHASAN

 A.  Definisi Toleransi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa kata toleransi berarti sifat atau sikap toleran. Kata toleran sendiri didefinisikan sebagai “bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.
Kata toleransi sebenarnya bukanlah bahasa “asli” Indonesia, tetapi serapan dari bahasa Inggris “tolerance”, yang definisinya juga tidak jauh berbeda dengan kata toleransi/toleran. Menurut Oxford Advanced Learners Dictionary of Current English, toleransi adalah quality of tolerating opinions, beliefs, customs, behaviors, etc, different from one’s own. Lebih lanjut menurut Abdul Malik Salman, kata tolerance sendiri berasal dari bahasa latin “tolerare” yang berarti “berusaha untuk tetap bertahan hidup, tinggal, atau berinteraksi dengan sesuatu yang sebenarnya tidak disukai atau disenangi. Dengan demikian, pada awalnya dalam makna tolerance terkandung sikap keterpaksaan.
Adapun dalam bahasa Arab, istilah yang lazim dipergunakan sebagai padanan dari kata toleransi adalah سماحة atau تسامح. Kata ini pada dasarnya berarti al-jûd (kemuliaan). atau sa’at al-shadr (lapang dada) dan tasâhul (ramah, suka memaafkan). Makna ini selanjutnya berkembang menjadi sikap lapang dada/ terbuka (welcome) dalam menghadapi perbedaan yang bersumber dari kepribadian yang mulia. Dengan demikian, berbeda dengan kata tolerance yang mengandung nuansa keterpaksaan, maka kata tasâmuh memiliki keutamaan, karena melambangkan sikap yang bersumber pada kemuliaan diri (al-jûd wa al-karam) dan keikhlasan. Jika dicermati dengan seksama, pemahaman tentang toleransi tidak dapat berdiri sendiri. Ia terkait erat dengan suatu realitas lain di alam yang merupakan penyebab langsung dari lahirnya toleransi. Keduanya ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Memahami toleransi tidak akan ada artinya tanpa memahami realitas lain tersebut, yaitu kemajemukan.

B.  Macam – Macam Toleransi

1.  Toleransi dalam jual beli
Dari Muhammad bin Al Mukadir, dari Jabir bin Abdullah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah mengasihi orang yang murah hati apabila menjual, apabila membeli, dan apabila menagih.” (Shahih Bukhari Hadits No. 2076 dalam Fathul Baari karangan Ibnu Hajari Al asqalani).

Maksud “murah hati” adalah tidak bersitegang atau yang sepertinya, bukan berarti tidak melakukan perhitungan saat melakukan jual beli. “apabila menagihí”, yakni meminta untuk melunasi utangnya dengan cara yang ramah dan tidak memaksa. Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk bersifat lapang dan murah hati dalam kehidupan sosial (muamalah), serta menunjukan akhlak mulia satu sama lain. Hadits ini juga memotivasi agar tidak menusahkan ketika menagih utang serta senantiasa memberi maaf kepada mereka.

2.  Toleransi Dalam Hutang dan Tagihan.
Dari Az-Zuhri, dari Ubaidillah bin Abdullah bahwasannya ia mendengar Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Pernah ada seorang pedagang memberi utang kepada manusia. Apabila ia melihat orang yang kesulitan, maka dia berkata kepada para pelayannya, “Berilah kemudahan baginya, mudah-mudahan Allah memberi kemudahan bagi kita. Maka Allah memberi kemudahan baginya.” (Shahi Bukhari Hadits No. 983 dalam Fathul Baari karangan Ibnu Hajari Al asqalani).
Dalam hadits ini dikatakan bahwa kebaikan yang sedikit tapi dilakukan dengan ikhlas karena allah, maka akan dapat menghapus keburukan yang banyak. Selain itu, bahwa pahala itudapat diperoleh oleh orang yang memerintahkan kebaikan meskipun ia tidak mengerjakannya sendiri secara langsung.
Termasuk cara menagih yang bagus adalah toleran dalam menagih, menerima kekurangan sedikit yang ada padanya. Menuntutnya dengan mudah, tidak menjilat (rentenir), tidak mempersulit orang dan mema’afkan mereka.

3.  Toleransi Dengan Ilmu
Toleransi dengan ilmu di sini yaitu dengan cara menyebarkan ilmu dan ini termasuk pintu toleransi yang paling utama dan lebih baik daripada toleransi dengan harta, sebab ilmu lebih mulia daripada harta.
Maka seyogyanya seorang alim menyebarkan ilmu kepada setiap orang yang bertanya tentangnya bahkan mengeluarkannya secara keseluruhan, bila ia ditanya tentang suatu masalah. Maka dia memperinci jawabannya dengan perincian yang memuaskan dan menyebutkan sisi-sisi dalilnya, dia tidak cukup menjawab pertanyaan si penanya, namun dia menyebutkan contoh kasus serupa dengan kaitan-kaitannya serta faedah-faedah yang dapat memuaskan dan mencukupinya.
Para sahabat yang mulia Radliyallahu ‘anhum pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang orang yang berwudlu dengan air laut, maka beliau menjawab.
"Laut itu suci airnya lagi halal bangkainya" (Hadits Riwayat Ashabus Sunan dan Malik, lihat takhrijnya secara rinci dalam Ash-Shahihah 480)
Beliau menjawab pertanyaan mereka dan memberikan kepada mereka ketarangan tambahan yang mungkin sewaktu-waktu lebih mereka butuhkan daripada apa yang mereka pertanyakan.
  
4.  Toleransi dalam bertetangga
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, seseorang itu belum sempurna imannya (diulang sampai tiga kali).” Ada seorang sahabat yang bertanya, “Siapakah orang yang belum sempurna imannya itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tetangganya tidak aman karena gangguannya.”  (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar hidup rukun dan damai dengan tetangga. Bahkan dikatakan dalam hadits tersebut, belum sempurna iman kita jika tetangga kita tertaganggu karena tingkah laku kita. Islam sangat mengatur bagaimana adab bertetangga yang baik agar tercipta kehidupan yang rukun dan damai. Kaitannya dengan ini, sikap toleransi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bertetangga. Dengan adanya sikap toleransi dengan sesama tetangga maka akan timbul sikap saling menghargai dan menghormati, tidak akan ada tetangga yang merasa tertaganggu oleh tetangga lainnya karena masing-masing terpenuhi haknya dengan baik

C. Pengamalan Toleransi

1.  Dalam kehidupan berkeluarga
Sikap toleransi sangat dibutuhkan untuk ditumbuhkan dalam keluarga agar terbentuk suasana keluarga yang harmonis. Setiap anggota keluarga memiliki peran dan fungsinya masing-masing dalam keluarga. Jika setiap anggota memiliki kesadaran untuk menjalankan peran dan fungsinya masing-masing, maka tidak akan ada hak darri salah satu anggota keluarga yang tidak terpenuhi. Sikap toleran dari orang tua akan menumbuhkan kepribadian yang toleran juga pada anak-anaknya karena seorang anak akan meneladani apa yang menjadi sikap dari orang tuanya. Begitu juga hubungan antara anak dengan anak, seorang kakak seharusnya tidak bertindak semena-mena kepada adiknya.
  
2.  Toleransi dalam kehidupan bermasyarakat
Tolerans adalah sebuah bentuk sikap akibat adanya persinggungan hak-hak individu dalam masyarakat atau hak-hak masyarakat dalam negara. Jadi dapat dikatakan bahwa toleransi adalah sebuah solusi bagi adanya perbenturan hak-hak.
Masyarakat terdiri dari individu-individu dengan seperangkat peraturan yang berlaku di dalamnya. Dalam masyarakat yang beragam atau plural, toleransi akan memegang peran yang sangat penting. Masyarakat yang plural akan memiliki banyak sekali perbedaan, sehingga sangat mungkin perbenturan hak akan sering terjadi.
Solusi dari perbenturan hak-hak dalam masyarakat akan tertuang, baik tersurat ataupun tersirat, dalam peraturan yang ada dalam masyarakat, baik yang tertulis maupun yang tidak. Masalah perbenturan hak adalah masalah yang penting. Masalah ini akan menentukan kondisi suatu masyarakat. Bila masalah ini dapat terselesaikan dengan baik, maka masyarakat itu akan hidup dengan nyaman, dan sebaliknya bila masalah ini tidak terselesaikan, masyarakat hidup dalam kondisi yang tidak menyenangkan.
Banyak contoh yang menunjukkan keampuhan toleransi dalam menyelesaikan masalah ini. Toleransi berlaku di keluarga, masyarakat, dan juga negara dan antar negara.

3.  Toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Kehidupan berbangsa dan bernegara pada hakikatnya merupakan kehidupan masyarakat bangsa. Di dalamnya terdapat kehidupan berbagai macam adat istiadat, kebudayaan, suku,  pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda. Namun demikian perbedaan-perbedaan kehidupan tersebut tidak menjadikan bangsa ini tercerai-berai, akan tetapi justru menjadi kemajemukan kehidupan sebagai suatu bangsa dan negara Indonesia. Sebagaimana semboyan negara kita “Bineka Tunggal Ika” yang memiliki makna walaupun berbeda tetapi tetap satu, itu artinya kondisi bangsa Indonesia yang berbeda akan suku, adat istiadat, budaya, bahasa dan agama, tidak menyebabkan Bangsa Indonesia bercerai berai, namun justru menjadi sarana untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Oleh karena itu kehidupan tersebut perlu tetap dipelihara agar tidak terjadi disintegrasi bangsa.
Adapun toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara antara lain:
a. Merasa senasib sepenanggungan.
b. Menciptakan persatuan dan kesatuan, rasa kebangsaan atau nasionalisme.
c. Mengakui dan menghargai hak asasi manusia.
d. Tidak menjelek-jelekan kebudayaan, suku, adat istiadat orang lain.

  
BAB  III
PENUTUP
  
   A.  Kesimpulan
Toleransi adalah sebuah bentuk sikap akibat adanya persinggungan hak-hak individu dalam masyarakat atau hak-hak masyarakat dalam negara. Jadi dapat dikatakan bahwa toleransi adalah sebuah solusi bagi adanya perbenturan hak-hak.
Islam sangat mengajarkan agar umatnya memiliki rasa toleransi, tidak hanya kepada sesama muslim melainkan juga kepada yang non muslim. Seperti hadits-hadits yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad saw. yang mana beliau  sebagai uswatun hasanah yang harus kita teladani.
Dengan adanya sikap toleran maka akan terjamin terpenuhinya hak-hak semua orang di tengah beragamnya hak-hak yang dimiliki oleh setiap orang. Dengan adanya sikap toleran juga merupakan sebuah sarana agar tidak terjadinya konflik karena adanya hak-hak yang berbeda dari setiap orang.

DAFTAR PUSTAKA

Ibnu Hajar Al Asqalani. 2010. Fathul Baari. Jakarta: Pustaka Azzam
Imam Nawawi. 1999. Riyadhus Shalihin. Jakarta: Pustaka Amani
www.duniapesantren.com

Read more..

Biografi Ki Hajar Dewantara



Ki Hajar Dewantara Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.

Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.


Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.

Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg berusaha menghalangi kehadiran partai ini dengan menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.

Kemudian setelah ditolaknya pendaftaran status badan hukum Indische Partij ia pun ikut membentuk Komite Bumipoetra pada November 1913. Komite itu sekaligus sebagai komite tandingan dari Komite Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Bangsa Belanda. Komite Boemipoetra itu melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya untuk membiayai pesta perayaan tersebut.

Sehubungan dengan rencana perayaan itu, ia pun mengkritik lewat tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga). Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker itu antara lain berbunyi:

"Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.

Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun".

Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman tanpa proses pengadilan, berupa hukuman internering (hukum buang) yaitu sebuah hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang untuk bertempat tinggal. Ia pun dihukum buang ke Pulau Bangka.

Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo merasakan rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil. Mereka pun menerbitkan tulisan yang bernada membela Soewardi. Tetapi pihak Belanda menganggap tulisan itu menghasut rakyat untuk memusuhi dan memberontak pada pemerinah kolonial. Akibatnya keduanya juga terkena hukuman internering. Douwes Dekker dibuang di Kupang dan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda.

Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa memperlajari banyak hal dari pada didaerah terpencil. Akhirnya mereka diijinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman.

Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran, sehingga Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berhasil memperoleh Europeesche Akte.
Kemudian ia kembali ke tanah air di tahun 1918. Di tanah air ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan.

Setelah pulang dari pengasingan, bersama rekan-rekan seperjuangannya, ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.

Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga ordonansi itu kemudian dicabut.

Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Tamansiswa, ia juga tetap rajin menulis. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Tulisannya berjumlah ratusan buah. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.

Sementara itu, pada zaman Pendudukan Jepang, kegiatan di bidang politik dan pendidikan tetap dilanjutkan. Waktu Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943, Ki Hajar duduk sebagai salah seorang pimpinan di samping Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta dan K.H. Mas Mansur.

Setelah zaman kemedekaan, Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957.

Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu, ia meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di sana.

Kemudian oleh pihak penerus perguruan Taman Siswa, didirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional.

Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi.

Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan).
Read more..

Pemikiran Ki Hajar Dewantara Tentang Pendidikan


Pada jaman kemajuan teknologi sekarang ini, sebagian besar manusia dipengaruhi perilakunya oleh pesatnya perkembangan dan kecanggihan teknologi (teknologi informasi). Banyak orang terbuai dengan teknologi yang canggih, sehingga melupakan aspek-aspek lain dalam kehidupannya, seperti pentingnya membangun relasi dengan orang lain, perlunya melakukan aktivitas sosial di dalam masyarakat, pentingnya menghargai sesama lebih daripada apa yang berhasil dibuatnya, dan lain-lain.

Seringkali teknologi yang dibuat manusia untuk membantu manusia tidak lagi dikuasai oleh manusia tetapi sebaliknya manusia yang terkuasai oleh kemajuan teknologi. Manusia tidak lagi bebas menumbuhkembangkan dirinya menjadi manusia seutuhnya dengan segala aspeknya. Keberadaan manusia pada zaman ini seringkali diukur dari “to have” (apa saja materi yang dimilikinya) dan “to do” (apa saja yang telah berhasil/tidak berhasil dilakukannya) daripada keberadaan pribadi yang bersangkutan (“to be” atau “being”nya). Dalam pendidikan perlu ditanamkan sejak dini bahwa keberadaan seorang pribadi, jauh lebih penting dan tentu tidak persis sama dengan apa yang menjadi miliknya dan apa yang telah dilakukannya. Sebab manusia tidak sekedar pemilik kekayaan dan juga menjalankan suatu fungsi tertentu. Pendidikan yang humanis menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia, dalam arti membantu manusia lebih manusiawi, lebih berbudaya, sebagai manusia yang utuh berkembang (menurut Ki Hajar Dewantara menyangkut daya cipta (kognitif), daya rasa (afektif), dan daya karsa (konatif)). Singkatnya, “educate the head, the heart, and the hand !”

Di tengah-tengah maraknya globalisasi komunikasi dan teknologi, manusia makin bersikap individualis. Mereka “gandrung teknologi”, asyik dan terpesona dengan penemuan-penemuan/barang-barang baru dalam bidang iptek yang serba canggih, sehingga cenderung melupakan kesejahteraan dirinya sendiri sebagai pribadi manusia dan semakin melupakan aspek sosialitas dirinya. Oleh karena itu, pendidikan dan pembelajaran hendaknya diperbaiki sehingga memberi keseimbangan pada aspek individualitas ke aspek sosialitas atau kehidupan kebersamaan sebagai masyarakat manusia. Pendidikan dan pembelajaran hendaknya juga dikembalikan kepada aspek-aspek kemanusiaan yang perlu ditumbuhkembangkan pada diri peserta didik.

Ki Hajar Dewantara, pendidik asli Indonesia, melihat manusia lebih pada sisi kehidupan psikologiknya. Menurutnya manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta, karsa dan karya. Pengembangan manusia seutuhnya menuntut pengembangan semua daya secara seimbang. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Beliau mengatakan bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya. Dan ternyata pendidikan sampai sekarang ini hanya menekankan pada pengembangan daya cipta, dan kurang memperhatikan pengembangan olah rasa dan karsa. Jika berlanjut terus akan menjadikan manusia kurang humanis atau manusiawi.

Dari titik pandang sosio-anthropologis, kekhasan manusia yang membedakannya dengan makhluk lain adalah bahwa manusia itu berbudaya, sedangkan makhluk lainnya tidak berbudaya. Maka salah satu cara yang efektif untuk menjadikan manusia lebih manusiawi adalah dengan mengembangkan kebudayaannya. Persoalannya budaya dalam masyarakat itu berbeda-beda. Dalam masalah kebudayaan berlaku pepatah:”Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.” Manusia akan benar-benar menjadi manusia kalau ia hidup dalam budayanya sendiri. Manusia yang seutuhnya antara lain dimengerti sebagai manusia itu sendiri ditambah dengan budaya masyarakat yang melingkupinya.

Ki Hajar Dewantara sendiri dengan mengubah namanya ingin menunjukkan perubahan sikapnya dalam melaksanakan pendidikan yaitu dari satria pinandita ke pinandita satria yaitu dari pahlawan yang berwatak guru spiritual ke guru spiritual yang berjiwa ksatria, yang mempersiapkan diri dan peserta didik untuk melindungi bangsa dan negara. Bagi Ki Hajar Dewantara, para guru hendaknya menjadi pribadi yang bermutu dalam kepribadian dan kerohanian, baru kemudian menyediakan diri untuk menjadi pahlawan dan juga menyiapkan para peserta didik untuk menjadi pembela nusa dan bangsa. Dengan kata lain, yang diutamakan sebagai pendidik pertama-tama adalah fungsinya sebagai model atau figure keteladanan, baru kemudian sebagai fasilitator atau pengajar. Oleh karena itu, nama Hajar Dewantara sendiri memiliki makna sebagai guru yang mengajarkan kebaikan, keluhuran, keutamaan. Pendidik atau Sang Hajar adalah seseorang yang memiliki kelebihan di bidang keagamaan dan keimanan, sekaligus masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Modelnya adalah Kyai Semar (menjadi perantara antara Tuhan dan manusia, mewujudkan kehendak Tuhan di dunia ini). Sebagai pendidik yang merupakan perantara Tuhan maka guru sejati sebenarnya adalah berwatak pandita juga, yaitu mampu menyampaikan kehendak Tuhan dan membawa keselamatan.

Manusia merdeka adalah tujuan pendidikan Taman Siswa. Merdeka baik secara fisik, mental dan kerohanian. Namun kemerdekaan pribadi ini dibatasi oleh tertib damainya kehidupan bersama dan ini mendukung sikap-sikap seperti keselarasan, kekeluargaan, musyawarah, toleransi, kebersamaan, demokrasi, tanggungjawab dan disiplin. Sedangkan maksud pendirian Taman Siswa adalah membangun budayanya sendiri, jalan hidup sendiri dengan mengembangkan rasa merdeka dalam hati setiap orang melalui media pendidikan yang berlandaskan pada aspek-aspek nasional. Landasan filosofisnya adalah nasionalistik dan universalistik. Nasionalistik maksudnya adalah budaya nasional, bangsa yang merdeka dan independen baik secara politis, ekonomis, maupun spiritual. Universal artinya berdasarkan pada hukum alam (natural law), segala sesuatu merupakan perwujudan dari kehendak Tuhan. Prinsip dasarnya adalah kemerdekaan, merdeka dari segala hambatan cinta, kebahagiaan, keadilan, dan kedamaian tumbuh dalam diri (hati) manusia. Suasana yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan adalah suasana yang berprinsip pada kekeluargaan, kebaikan hati, empati, cintakasih dan penghargaan terhadap masing-masing anggotanya. Maka hak setiap individu hendaknya dihormati; pendidikan hendaknya membantu peserta didik untuk menjadi merdeka dan independen secara fisik, mental dan spiritual; pendidikan hendaknya tidak hanya mengembangkan aspek intelektual sebab akan memisahkan dari orang kebanyakan; pendidikan hendaknya memperkaya setiap individu tetapi perbedaan antara masing-masing pribadi harus tetap dipertimbangkan; pendidikan hendaknya memperkuat rasa percaya diri, mengembangkan hara diri; setiap orang harus hidup sederhana dan guru hendaknya rela mengorbankan kepentingan-kepentingan pribadinya demi kebahagiaan para peserta didiknya. Peserta didik yang dihasilkan adalah peserta didik yang berkepribadian merdeka, sehat fisik, sehat mental, cerdas, menjadi anggota masyarakat yang berguna, dan bertanggungjawab atas kebahagiaan dirinya dan kesejahteraan orang lain. Metode yang yang sesuai dengan sistem pendidikan ini adalah sistem among yaitu metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan pada asih, asah dan asuh (care and dedication based on love). Yang dimaksud dengan manusia merdeka adalah seseorang yang mampu berkembang secara utuh dan selaras dari segala aspek kemanusiaannya dan yang mampu menghargai dan menghormati kemanusiaan setiap orang. Oleh karena itu bagi Ki Hajar Dewantara pepatah ini sangat tepat yaitu “educate the head, the heart, and the hand”.

Guru yang efektif memiliki keunggulan dalam mengajar (fasilitator); dalam hubungan (relasi dan komunikasi) dengan peserta didik dan anggota komunitas sekolah; dan juga relasi dan komunikasinya dengan pihak lain (orang tua, komite sekolah, pihak terkait); segi administrasi sebagai guru; dan sikap profesionalitasnya. Sikap-sikap profesional itu meliputi antara lain: keinginan untuk memperbaiki diri dan keinginan untuk mengikuti perkembangan zaman. Maka penting pula membangun suatu etos kerja yang positif yaitu: menjunjung tinggi pekerjaan; menjaga harga diri dalam melaksanakan pekerjaan, dan keinginan untuk melayani masyarakat. Dalam kaitan dengan ini penting juga performance/penampilan seorang profesional: secara fisik, intelektual, relasi sosial, kepribadian, nilai-nilai dan kerohanian serta mampu menjadi motivator. Singkatnya perlu adanya peningkatan mutu kinerja yang profesional, produktif dan kolaboratif demi pemanusiaan secara utuh setiap peserta didik.

Akhirnya kita perlu menyadari bahwa tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia muda. Pendidikan hendaknya menghasilkan pribadi-pribadi yang lebih manusiawi, berguna dan berpengaruh di masyarakatnya, yang bertanggungjawab atas hidup sendiri dan orang lain, yang berwatak luhur dan berkeahlian.
Read more..
VISITS
free counter

RENUNGKAN

Andaikan hidupmu kau gunakan hanya untuk menghiasi dan mendandani RAGAmu saja, sedangkan kau tak menghiasi HATImu dengan AKHLAK, maka hakikatnya hidupmu hanya untuk memberi makan ulat dan cacing yang akan memangsamu kelak di LIANG LAHAT…….Tausiyah AL-Habib Umar bin Hafidz

harunyahya.tv

harunyahya.tv
Samudra kedahsyatan rahasia penciptaan Allah Ta'ala, oleh HARUN YAHYA setetes dari samudra rahasia penciptaan Allah terungkap dalam video dokumenter.
.

Kemanakah perubahan Bumi tercinta kita ini, ke arah yang lebih indahkah untuk anak cucu kita kelak, ataukah sebaliknya. KITALAH YANG MENENTUKAN SAAT INI

Hijaukan bumi kita untuk keteduhan dan keindahan alam hidup anak cucu kita kelak

News